Text
Manusia Dan Tanah
Dalam berpikir-pikir itu keluarlah Karlin. Senyum tergores penat di mukanya yang kehitam-hitaman. Bertambah ayulah ia duduk bertanyakan dengan suara parau: Apa kabar? Gembira berderu memukul di jantung Achmad. Benar-benarkah Karlin yang duduk di depannya itu. Hampir-hampir ia tidak percaya. Dihirup Achmad senyum Karlin yang menggulung tertahan-tahan dengan tatap haus tiada puasnya. Seluruh keindahan alamnya berpusat di matanya yang hitam bersinar bening dilingkari oleh riak gelombang pecah yang hilang dan bergulung lagi. Apa yang dipercakapkan Achmad tak diketahuinya lagi. Kata mengelopak seperti kembang di pagi hari.
Gunung Guntur hitam menjulang. Di dalam kamar kegelap-lapan, mata Achmad tidak terpicing jua. Di sisi menjulur istrinya. Amat jauh jarak antara mimpi dan kenyataan, antara langit dan bumi. Kenangan meliputi kepalanya. Karlin berdiri di serambi, menunggu Achmad hilang di jalan gelap.
Tidak tersedia versi lain