Computer File
Membaca Latour
Proyek buku Membaca Latour ini awalnya berlangsung spontan. Tak lama setelah sang filsuf wafat tanggal 9 Oktober 2022, saya dan Taufiqurrahman dari Antinomi Institute tiba-tiba sepemikiran untuk “melakukan sesuatu”. Pada mulanya, kami terpikir untuk merancang peringatan 40 hari meninggalnya Bruno Latour, tetapi setelah dipikir-pikir, alangkah lebih berfaedahnya jika kami menginisiasi buku yang berisi kompilasi tulisan tentang Latour. Menurut kami, untuk mengumpulkan artikel berkenaan dengan pemikiran Latour ini tidak akan terlalu sulit mempertimbangkan cukup banyaknya pembaca Latour di Indonesia. Sat set sat set … jadilah proyek ini, yang dijalankan dengan tertatih-tatih oleh Antinomi Institute dan Kelas Isolasi.
Penerbitan ini juga tidak akan terwujud tanpa kontribusi para rekan, khususnya Risalatul Hukmi, Fajar Nurcahyo, Khairil Maqin, Raja Cahaya Islam, Pambudi Driya, dan Puspasari S. Susanto.
Tidak tersedia versi lain