Text
Kisah Anak Matahari
Hari-hari menjemput terik dan gelombang Tak jarang menaklukkan badai Ketika siang atau malam Saat gelap atau terang Dingin atau terik
Anak dekil mata sipit berambut pirang, Bukan karena disemir, kecuali panasnya matahari Terus mengangkangi bayang-bayang gelap Menikam pada waktunya
Anak matahari kan mampu
Hari-hari menjemput gelombang Anak dekil mata sipit berambut pirang Kaki pincang penuh koreng Terbuang tangan keterlantaran nasib di tepian jalan Ketika usianya lima tahunan, entah karena apa Sebab kebenaran tak dipahami, Ketika dirinya beranjak sembilan tahun
Alam mengajarkan, menjadikan dirinya liar Liar yang mapan karena akal sehat Hanya satu pikiran, Menaklukkan nasib menikam bayang-bayang matahari
Di kerasnya hidup Pastikan, anak matahari kan mampu
Tidak tersedia versi lain