Text
Centhini Tambangraras Amongraga
Sebuah bangsa seringkali disebut sebagai bangsa yang berpikir bebas karena bangsa tersebut menghargai bermacam jenis buku. Betapa tidak, buku berisi scribu satu pokok bahasan. Ada buku yang memuat fakta. Ada juga buku yang berisi gagasan. Ada pula buku yang mengajukan pertanyaan. Ada bahkan buku yang mengemukakan persoalan. Semua isi buku itu menantang manusia untuk berpendapat.
Akan tetapi, isi buku tidak akan berarti apa-apa kalau tidak ada orang yang bersedia membacanya. Seorang individu tidak tertarik membaca boleh jadi karena dia tidak terlatih berpendapat atau karena tidak terlatih berpikir sendiri. Tidak berlebih-lebihan bila ada pendapat yang mengatakan bahwa membaca menjadi kebutuhan untuk individu yang senang berpikir
Serat Centhini, yang ditulis dalam kurun waktu 1814 hingga 1823 dan oleh penyadurnya disebut sebagai "Ensiklopedi Budaya Jawa", merupakan buku yang sangat berharga mengingat ia membicarakan banyak perkara la begitu kaya dengan perincian situasi dan peristiwa. Ceritanya selalu mengandung makna yang bisa diamalkan dalam kehidupan yang riil. Cara berceritanya pun sangat khas. Semua itu menjadikannya pantas dibaca oleh individu-individu senang berpikir la juga layak dibaca oleh mereka yang ingin memperoleh nilai-nilai agung di dalam kehidupan yang sudah menampakkan ciri pragmatisme yang
Tidak tersedia versi lain