Gadis kecil bernama Eli suka mengkreasikan aneka benda dari kardus bekas. Kreasi Eli dapat membawanya ke sebuah dunia imajinasi. Kali ini, Eli membuat sebuah perahu kardus yang akan membawannya ke hutan belantara! Di sana Eli bertemu dan bermain dengan berbagai hewan. Ia juga menyulap penampilan hewan-hewan. Di saat semua bersuka cita, sesosok monster hutan tiba-tiba datang! Bagaimana Eli da…
Kenalkan, ini Sabai Nan Aluih. Artinya, Sabai yang halus, halus budi pekertinya, halus tutur katanya, halus pula kecantikannya. Namun, ternyata tidak hanya kehalusan yang ada pada Sabai. Ada padanya kebulatan tekad, kepercayaan diri, dan keberanian menentang stereotip di lingkungannya. Yuk, kita belajar dari Sabai dengan membaca kisahnya!
Doni adalah anak dari kota besar yang sudah terbiasa dengan hiruk-pikuk kehidupan kota. Walaupun dia suka main games, dia memiliki rasa penasaran yang tinggi. Hingga suatu saat dia diajak oleh Paman Juna pergi ke kampung Badui. Di sana dia bertemu dengan Sapri anak suku Badui. Bagaimana perjalanan Doni di Badui? Apa yang terjadi di sana?
Ayam kelihatan sangat senang. Burung, kambing, sapi, bebek, tikus, dan kucing jadi penasaran. Mereka bertanya-tanya. Ada apa sih? Ada apa sih?
Win akan tampil menari saman. Namun, ikat pinggangnya entah terselip di mana. Tanpa ikat pinggang, kain yang dipakainya menjadi longgar. Win khawatir kainnya akan melorot saat menari. Apa yang terjadi ketika Win menari di atas panggung?
Atu Tobe, anak Desa Boti Dalam, NTT, mulai bersekolah. Atu takut berteman dengan anak Boti Luar. Atu juga menderita memakai sandal. Bagaimana Atu menjalani hari-hari pertamanya di sekolah?
Mahfudz dan ayahnya mengisi liburan dengan berkeliling kampung. Sepanjang perjalanan ayahnya memberi teka-teki yang jawabannya adalah nama hewan dan nama tumbuhan. Perjalanan yang sangat seru. Mampukah Mahfudz menjawab semua teka-teki ayahnya? Terus, jika semua jawabannya benar, kira-kira apa yang akan menjadi hadiah buat Mahfudz? Yuk, ikut bertualang dengan membaca buku ini, sekaligus ik…
Adhisti malas sarapan pagi. Dia bosan dengan masakan ibu, yang menurutnya itu-itu saja. Nenek Labibah datang, membawa oleh-oleh, tiwul, makanan khas Desa Gunungkidul. Tiwul, apa itu? Kira-kira Adhisti mau sarapan dengan tiwul? Walaupun makanan desa, tiwul diolah Nenek Labibah dengan kasih sayang. Tiwul menjadi istimwwa dengan rasa kota.