Aku Dewi, siswi kelas 2 sekolah dasar. Aku senang di sekolah karena ada guru dan banyak teman. Di sekolah juga banyak kegiatan. Temanku, ada yang suka bernyanyi, menggambar, dan menari. Hem, ... apa, ya, kesukaanku? Ya, aku suka makan! Namun, ... aku suka makanan sehat, lo. Ayo kita bawa bekal makanan sehat ke sekolah.
Gadis kecil bernama Eli suka mengkreasikan aneka benda dari kardus bekas. Kreasi Eli dapat membawanya ke sebuah dunia imajinasi. Kali ini, Eli membuat sebuah perahu kardus yang akan membawannya ke hutan belantara! Di sana Eli bertemu dan bermain dengan berbagai hewan. Ia juga menyulap penampilan hewan-hewan. Di saat semua bersuka cita, sesosok monster hutan tiba-tiba datang! Bagaimana Eli da…
Kenalkan, ini Sabai Nan Aluih. Artinya, Sabai yang halus, halus budi pekertinya, halus tutur katanya, halus pula kecantikannya. Namun, ternyata tidak hanya kehalusan yang ada pada Sabai. Ada padanya kebulatan tekad, kepercayaan diri, dan keberanian menentang stereotip di lingkungannya. Yuk, kita belajar dari Sabai dengan membaca kisahnya!
Doni adalah anak dari kota besar yang sudah terbiasa dengan hiruk-pikuk kehidupan kota. Walaupun dia suka main games, dia memiliki rasa penasaran yang tinggi. Hingga suatu saat dia diajak oleh Paman Juna pergi ke kampung Badui. Di sana dia bertemu dengan Sapri anak suku Badui. Bagaimana perjalanan Doni di Badui? Apa yang terjadi di sana?
Ayam kelihatan sangat senang. Burung, kambing, sapi, bebek, tikus, dan kucing jadi penasaran. Mereka bertanya-tanya. Ada apa sih? Ada apa sih?
Win akan tampil menari saman. Namun, ikat pinggangnya entah terselip di mana. Tanpa ikat pinggang, kain yang dipakainya menjadi longgar. Win khawatir kainnya akan melorot saat menari. Apa yang terjadi ketika Win menari di atas panggung?
Atu Tobe, anak Desa Boti Dalam, NTT, mulai bersekolah. Atu takut berteman dengan anak Boti Luar. Atu juga menderita memakai sandal. Bagaimana Atu menjalani hari-hari pertamanya di sekolah?