Ongga bukan kepala kaum, tetapi banyak kerabatnya ber-paling pada dia untuk urusan pribadi maupun masalah ber-sama. Prinsipnya terusik, dan karenanya ia memilih menarik diri. Tetapi, tatkala lama tak lagi kedatangan tamu ia disergap rasa sepi yang aneh satu situasi eksistensial yang digarap secara intens oleh pengarang. Lantas, bagai-mana Ongga menemukan kunci jawabannya? Wisran Hadi, kelahiā¦