Dalam berpikir-pikir itu keluarlah Karlin. Senyum tergores penat di mukanya yang kehitam-hitaman. Bertambah ayulah ia duduk bertanyakan dengan suara parau: Apa kabar? Gembira berderu memukul di jantung Achmad. Benar-benarkah Karlin yang duduk di depannya itu. Hampir-hampir ia tidak percaya. Dihirup Achmad senyum Karlin yang menggulung tertahan-tahan dengan tatap haus tiada puasnya. Seluruh kein…